Memiliki Gelisah

Dulu pernah ingin sekali berada dikondisi saat ini, namun setelah dijalani, rasanya biasa saja. ia tak seistimewa yang dibayangkan.
Dulu ingin sekali berada seperti ini. namun sekarang ternyata rasanya  biasa, tidak seperti semestinya..

"Adakah yang salah?,"
."Ada."

Yang salah tentu sang hati yang selalu menakar segalanya tanpa menyiapkan wadah untuk menampung sesuatu yang tiba-tiba diberikan-Nya. Tanpa menyisakan satu sudut ruang dihati untuk segala kurang yang terlihat.

Hingga pada segala yang menimpa, pada apa yang terharap, akan ada masanya, karena satu yang tak pernah ada masanya adalah syukur.



Memang gelisah itu akan membawa rasa tak nyaman, juga membawa hari-hari menjadi sendu lalu menjalani hari-hari tanpa ruh.
⁣⁣

Tetapi ketika gelisah itu bermuara pada air mata ketakutan pada-Nya, bukankah hal itu lebih baik daripada tak ada gelisah? Rasa takut ketika berselisih dengan aturan-Nya.⁣⁣
⁣⁣
Maka berbahagialah memiliki gelisah, mendekap rasa yang membuncah, wajah tertunduk dan buliran bening yang membasahi. ⁣⁣
⁣⁣
Berbahagialah berkarib gelisah, jika ia membuatmu ingin segera terlepas dari tawanan dosa, ingin ringan dalam melangkah. ⁣⁣
⁣⁣
Selamat memeluk gelisah, jika ia bisa menjadi syarat agar engkau lebih mulia dihadapan-Nya.⁣⁣
⁣⁣
"Kebajikan adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, sedangkan dosa adalah yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya." (HR. Muslim)⁣⁣
⁣⁣
"Allahumma musharrifal quluub sharrif quluubanaa ‘ala tho’atik.”

 

Related Posts

Posting Komentar