Diam...

mungkin aku hanya butuh diam.
membisukan gumpalan emosi dalam dada,
agar tak meledak di hening malam.
sudah cukup ku nodai senja dengan racauan tak jelas.
hanya sesaat....
aku hanya butuh diam.
merenung dan menyendiri.
sampai aku paham,

cinta,
kau mengalir melaluiku.
meninggalkan beribu bercak di sekujurku.
tak terhapus abadi.
kau hanya mengalir melaluiku,
untuk kemudian hilang tak teraba


maknai keindahan bagiku...
artikan cinta untukku...

entah di batas mana aku peduli.
ketika hanya jemarimu yang kugenggam.
mungkin suatu saat,
saat gerbang digembok sang waktu...

kadang keterdiaman menghadirkan makna.
hanya kesalahan yang mengidentikkan diam dengan pasrah.
diam bukan berarti merenung....
tapi berpikir untuk bertindak.

aku seakan terbangun
dari sebuah lakon di malam hari.
apa yang hendak dan akan aku perbuat?
kau tahu....????
hujan yang deras ini,
menghanyutkan apa yang seharusnya kunikmati di tempat ini.
tapi keterdiaman menghalangiku untuk bicara.
hingga pergulatan dalam jiwaku,
membuat aku lumpuh.

apakah aku telah letih merambah belantara yang tanpa batas?
ku tidak tahu.

" hidup adalah melangkah...menjangkau....menerjang...dan berteriak....!!!
tapi aku tidak tahu,
apakah aku hanya letih mengarungi samudera yang tanpa sisi.

"hidup adalah menghempas...meraih....meraup...dan meracau!!!!!!
tapi aku tak tahu
apakah aku letih,
aku butuh jawaban.
sebelum teronggok ke bumi.
lelap.
lalu menghadap Ilahi.

dengan demikian....
aku butuh seumur hidup untuk belajar.
Lebih baru Terlama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar